03 October 2009

Tentang Gempa

Gejala Umum

Gempa bumi sangat mematikan biasanya terjadi pada saat banyak orang
sudah terbangun dari tidur pulas, misalnya siang hari atau di saat
pergantian waktu antara malam ke pagi hari atau sore ke malam hari.
Tepatnya waktu antara jam 05.00 s/d 08.00 pagi atau
sore. Jadi, bisa dikatakan gempa bumi mematikan tidak terjadi pada saat
mayoritas orang sedang terlelap tidur. Sehingga pantas dikatakan bahwa “sing sopo leno keno“, siapapun yang terlena (tidak eling waspada) akan menjadi korban.

Gempa bumi dahsyat tidak terjadi pada saat orang sedang terlelap
dalam tidur misalnya saat-saat antara jam 24.00 s/d 03.00 malam.
Mungkin hal ini merupakan rumus/prinsip keadilan Tuhan, atau kearifan
hukum alam/kodrat alam.

Gempa bumi tidak terjadi pada saat daratan terjadi bencana alam
mislanya banjir. Karena musibah bencana alam biasanya tidak terjadi
bersamaan, namun bergantian antara bencana yang datang dari daratan,
udara, dan lautan.

Gempa bumi tektonik terjadi di saat musim kering, atau musim
kemarau. Sebaliknya musim penghujan sangat jarang terjadi gempa bumi.
Kecuali gempa vulkanik dari gunung berapi.

Gempa bumi tektonik konon tidak terjadi pada hari selasa. Gempa
bumi juga tidak terjadi pada saat terjadi hujan lebat dan badai sedang
menimpa daratan.

Setelah terjadi gempa besar, biasanya akan segera turun hujan
sangat lebat pada malam harinya. Kejadian ini bisanya berlangsung
hingga 3 kali/hari berturut-turut setiap malam hari. Setelah gempa
besar, apabila tidak terjadi hujan di malam harinya, hendaknya ekstra
hati-hati karena akan terjadi gempa susulan yang lebih besar. Apabia
pasca gempa tektonik yang besar tidak terjadi hujan, hendaknya ekstra
hati-hati terhadap gempa susulan yang kemungkinan besar akan terjadi.

Tanda-tanda Alamiah

Beberapa minggu dan hari sebelum terjadi gempa besar, biasanya akan
muncul awan hitam mulai siang hingga sore hari. Kemunculannya hanya
sekali dua kali/hari, setelah itu lenyap dengan sendirinya. Ciri-ciri
awan hitam tersebut seolah bagaikan mendung tetapi tidak menghasilkan
hujan, warnanya hitam keabu-abuan bergumpal, tetapi rata menutupi
seluruh ruang pandang di langit. Awan hitam itu seolah jaraknya dengan
bumi terasa sangat rendah/dekat. Tidak ada angin, suasana mencekam,
hening namun terkesan sangat mistis (beraura energi kuat).

Cermati bila keadaan di atas mulai tampak. Coba anda konsentrasi di
dalam rumah dan coba juga di luar rumah, apakah badan anda merasa
panas/gerah atau malah cenderung dingin ? Jika anda tidak merasakan
gerah, seyogyanya anda lebih hati-hati.

Langit cerah dan bersih, kadang terdapat gumpalan awan putih dengan
membentuk sebuah konfigurasi yang aneh dan unik. Kadang muncul
knfigurasi seperti pusaka misalnya keris, kujang, rencong, ekor kuda,
tongkat vertikal. Kadang berbentuk menyerupai wayang kulit, wajah
raksasa, wajah bola mata manusia dst. Berbagai konfigurasi awan yang
aneh-aneh tersebut merupakan gejala yang dipengaruhi oleh radiasi
energi bumi, kondisi tekanan udara yang mengalami distorsi oleh adanya
desakan energi bumi yang melebihi kewajaran. Masing-masing konfigurasi
awan memiliki arti dan makna sendiri-sendiri. Untuk menerjemahkannya
pun perlu keahlian khusus setelah kita terbiasa mengolah rahsa pangrasa.

Di samping itu, saat sebelum gempa suhu terasa sangat panas
menyengat melebihi kewajaran biasanya. Bahkan pada saat anda di dalam
ruangan atau rumah sekalipun. Rasakan dan cermati hawa panas semacam
ini, biasanya secara spontan membuat perasaan menjadi panik, gundah,
gelisah. Itulah panasnya hawa bebendu, sampai terasa panas di daun
telinga kita, panas seperti dipanggang api. Bila kita merasakan hawa
dan gejala alam seperti ini hendaklah meningkatkan kewaspadaan,
biasanya hawa panas tersebut merupakan radiasi dari tegangan energi
dari dalam lempeng bumi yang siap terlepas menjadi energi gempa bumi
tektonik yang besar. Hawa panas semacam ini dapat kita rasakan dalam
jarak hingga ribuan kilometer. Misalnya posisi kita sedang di Jakarta,
lalu merasakan hawa panas tersebut, yang menjadi gejala akan terjadi
gempa di wilayah Papua, Maluku, Ambon, Sumatera Barat, Bengkulu, dan
Lampung. Hawa panas tersebut bisa di rasakan dari mana arah datangnya.
Nah, arah itulah menunjukkan lokasi tempat di mana akan terjadi gempa
bumi.

Rasakan aura panas “bebendu” tersebut, yang terasa mengalir dari
dalam tanah, melewati permukaan tanah lalu naik ke atas menjadi radiasi
yang kuat.

Bila anda tidur di bawah tidak di atas ranjang, berarti anda
langsung bersentuhan dengan bumi. Saat itu anda bisa berkonsentrasi dan
memasang indera batin dan kalbu anda untuk mencermati suara yang
berasal dari bawah permukaan tanah, atau yang berasal dari dalam bumi.
Apabila terdengar suara gemuruh, terkadang disertai letupan dan
dentuman kecil, hendaknya kewaspadaan ditingkatkan. Karena suara gemurh
dan dentuman-dentuman itu merupakan proses pergerakan lempeng bumi yang
akan berubah menjadi kekuatan gelombang tektonik.

Tanda-tanda Khusus
Bagi yang telah terbiasa olah batin
dan menajamkan rasa pangrasa, atau rahsa sejati akan lebih mudah
membaca peringatan dini dari sinyal-sinyal yang dipancarkan dalam
gerak-gerik makhluk penghuni alam semesta ini.

Beberapa minggu misalnya antara 4 s/d 12 minggu sebelumnya, kita
dapat menyaksikan peristiwa spektakuler, di mana terjadi eksodus
besar-besaran oleh masyarakat “halus” dari arah mata angin tertentu
menuju ke satu arah yang lain. Misalnya dari arah selatan ke arah
utara. Disebut masyarakat karena mereka hidup berkelompok, juga membuat
suatu koloni yang saling berinteraksi di antaranya. Masyarakat “halus”
itu rupanya sudah merasakan suhu panas yang terpancar dari pusat gempa
(episentrum) . Walaupun gempa belum terjadi, namun energi tektonik yang
tertahan dan terakumulasi di dalam lapisan kulit bumi dalam sekian lama
waktunya akan menimbulkan spleteran energi yang terasa panas dan
membuat badan terasa gerah sekali. Panas itulah yang membuat mereka
tidak betah/kuat lalu “mengungsi” menjauhi pusat-pusat panas calon
episentrum tersebut. Hal ini pernah terjadi 3 bulan sebelum gempa
Jogja. Dan 2 bulan sebelum gempa Bengkulu akhir tahun 2007 lalu.

Perilaku binatang yang tidak wajar alias keluar dari pakem
kebiasaannya. Misalnya kucing, anjing, mencari tempat-tempat yang
dingin untuk berteduh/tidur. Biasanya kucing dan anjing betah di
tempat-tempat yang hangat dan panas. Kicau burung emprit gantil yang
semakin intensif terdengar di malam hari, padahal biasanya emprit
gantil berkicau di pagi, siang, dan sore hari.

Hewan dan binatang melata, binatang yang hidup di dalam rongga
tanah keluar berkeliaran pada waktu-waktu diluar kebiasaannya,
berkeliaran ke tempat-tempat yang tidak biasa disambangi atau menjadi
habitat hidupnya.

No comments:

Post a Comment