21 March 2013

Karang Gigi

Karang gigi merupakan plak gigi yang mengalami mineralisasi pada permukaan gigi maupun gigi palsu. Karang gigi ini berisi bakteri-bakteri bersama dengan kandungan anorganik seperti kalsium yang berasal dari air liur (saliva) kita. Karang gigi berwarna putih, atau putih kekuningan, dan keras seperti tanah liat. Warna karang gigi bisa juga bervariasi menjadi kecoklatan atau kehitaman tergantung kontak  dengan bahan lain, misalnya kopi, teh, pewarna makanan atau tembakau pada perokok.

Karang gigi biasanya terbentuk pada bagian leher gigi yang berbatasan dengan gigi. Karang  gigi ini bisa terjadi di atas gusi (supra gingiva) atau terbentuk hingga ke dalam gusi (sub gingiva) yang biasanya berwarna hitam kecoklatan.

Karang gigi terbentuk karena sisa plak yang mengalami mineralisasi. Jadi pada awalnya adalah plak yang kurang bersih dalam menyikat gigi, kemudian mineral dari air ludah masuk ke dalam plak ini, terus menerus hingga plak mengeras dan terjadilah karang gigi. Karang gigi yang telah terbentuk ini merupakan media yang baik untuk melekatnya mineral dan plak, sehingga perlahan-lahan karang gigi menjadi lebih besar dan masuk ke dalam gusi.

Karang gigi sebenarnya ialah kumpulan bakteri yang bersinggungan dengan gusi dan jaringan di sekitar gigi, maka karang gigi dapat menyebabkan infeksi kronis atau akut pada gusi (gingivitis) atau jaringan di sekitar gigi (periodontitis).

Gejala yang sering timbul berhubungan dengan karang gigi :
    gusi berdarah dan kemerahan
    gusi membengkak dan atau bernanah
    gusi melorot atau gigi tampak menjadi panjang
    gigi lama-lama menjadi goyang
    gigi menjadi meregang (timbul celah-celah antara gigi)
    gigi menjadi linu padahal tidak ada yang berlubang

Karang gigi yang telah mengeras dapat dibersihkan oleh dokter gigi menggunakan alat bernama scaler. Pembersihan ini dapat dilakukan dengan manual, yakni menggunakan instrumen, seperti dicongkel-congkel. Namun kini yang lazim ialah menggunakan ultrasonic scaler. Ultrasonic scaler ialah semacam alat berbentuk seperti ungkitan, yang akan bergetar dengan sangat halus. Getaran ini apabila diaplikasikan kepada karang gigi akan membuat ikatan karang gigi dengan gigi akan terlepas. Prosedur pembersihan karang gigi dengan ultrasonic scaler ini relatif sangat nyaman. Pada saat pembersihan, ultrasonic scaler akan mengeluarkan air dengan jumlah yang cukup untuk memberikan pendinginan, sehingga panas akibat gesekan yang menyebabkan linu akan minimal. Namun, pada beberapa bagian, di mana terbentuk karang gigi subgingival, pembersihan akan sedikit tidak nyaman karena getaran pada bagian permukaan akar akan menimbulkan rasa linu bagi mereka yang sensitif. Pada keadaan tertentu, dokter gigi akan memberikan anestesi apabila diperlukan sehingga pembersihan dapat berlangsung tanpa rasa sakit.

Supaya tidak terjadi karang gigi bersihkan karang gigi dengan baik dan benar. Seringkali yang terjadi ialah penderita tidak berani menyikat hingga menyentuh leher gigi dan gusi, padahal di daerah itulah paling banyak terbentuk karang gigi. Atau sering juga orang yang merasa sudah menyikat gigi dengan frekuensi yang tinggi, misalnya 4 kali sehari, atau durasi sikat gigi yang lama, namun karang gigi masih banyak. Sebenarnya faktor yang menyebabkan karang gigi ada beberapa, namun membersihkan gigi dengan cara yang benar lebih penting daripada frekuensi dan durasi tersebut.

Secara teori, studi menunjukkan bahwa plak dapat terkalsifikasi 90% hanya pada 12 hari. Banyak faktor yang berperan, misalnya kebersihan giginya, kandungan air liur, pola makan dan sebagainya. Biasanya kunjungan ulang pada 3 bulan pertama dokter gigi akan melihat sejauh mana laju pembentukan karang gigi. Apabila pada waktu itu sudah banyak terbentuk karang, mungkin akan dievaluasi, apa yang salah, mungkin dari cara pembersihannya. Kunjungan ini akan diulang, dan jika pada interval tertentu keadaannya lebih baik, mungkin interval diperlukan perawatan ulang bisa diperlama.

Pada waktu membersihkan karang gigi,
kadang gusi kita berdarah-darah. Pada keadaan penderita normal, maksudnya tidak ada gangguan kesehatan yang lain, misalnya gangguan pembekuan darah, leukemia dan sebagainya, berdarah ini lazim terjadi saat prosedur pembersihan karang gigi. Seperti yang dikatakan sebelumnya, karang gigi ini dapat menyebabkan keradangan baik kronis maupun akut. Pada keadaan ini, akan terjadi peningkatan vaskularisasi jaringan (sederhananya penambahan aliran darah ke jaringan), sehingga gusi nampak lebih merah. Vaskularisasi ini merupakan usaha tubuh untuk mengalirkan elemen darah putih dari darah untuk menghadapi infeksi tersebut. Namun, karena vaskularisasi ini bersifat sementara, maka dinding dari pembuluh darah yang terjadi biasanya rapuh. Inilah yang menyebabkan gusi jadi berdarah saat disentuh. Bahkan sebelumnya mungkin penderita juga merasakan gusi berdarah saat sikat gigi. Perdarahan kecil ini akan berhenti segera setelah pembersihan selesai dan karang gigi telah bersih.


Jangan lupa bersihkan karang gigi pada dokter gigi atau dokter gigi spesialis periodonsia (Periodontist).

Sumber : Drg. J.Sutandi, Sp.Perio

31 December 2012

Berbuatlah untuk bumimu

Bumi ini rusak? Setujukah Anda jika saya berkata seperti itu? Silakan Anda beropini, tapi menurut pendapat saya, bumi ini sudah sekarat. Apa saja ciri rusaknya bumi? Siapa penyebab kerusakan itu? Mungkin akan terlintas pertanyaan-pertanyaan semacam itu.

Dalam Wikipedia dinyatakan bahwa pemanasan global atau global warming adalah adanya proses peningkatan suhu rata-rata atmosfer, laut, dan daratan Bumi.

Suhu rata-rata global pada permukaan Bumi telah meningkat 0.74 ± 0.18 °C (1.33 ± 0.32 °F) selama seratus tahun terakhir. Intergovernmental Panel on Climate Change (IPCC) menyimpulkan bahwa, "sebagian besar peningkatan suhu rata-rata global sejak pertengahan abad ke-20 kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya konsentrasi gas-gas rumah kaca akibat aktivitas manusia". Kesimpulan dasar ini telah dikemukakan oleh setidaknya 30 badan ilmiah dan akademik, termasuk semua akademi sains nasional dari negara-negara G8. Akan tetapi, masih terdapat beberapa ilmuwan yang tidak setuju dengan beberapa kesimpulan yang dikemukakan IPCC tersebut.

Penyebab pemanasan global:
Efek rumah kaca
Efek umpan balik
Variasi Matahari

Dampak pemanasan global:
Iklim Mulai Tidak Stabil
Peningkatan permukaan laut
Suhu global cenderung meningkat
Gangguan ekologis
Dampak sosial dan politik

Kerusakan ekosistem bumi oleh tangan manusia yang meningkat dalam 50 tahun terakhir sesuai dengan firman Allah SWT dalam Al Qur'an surat Ar Ruum (30) ayat : 41
"Telah nampak kerusakan di darat dan di laut disebabkan karena perbuatan tangan manusia, supaya Allah merasakan kepada mereka sebahagian dari (akibat) perbuatan mereka, agar mereka kembali (ke jalan yang benar)."

Sekalipun sebagian besar pemerintahan negara-negara di dunia telah menandatangani dan meratifikasi Protokol Kyoto, yang mengarah pada pengurangan emisi gas-gas rumah kaca. Namun pemanasan global terus berlangsung.

Peduli pada lingkungan sebenarnya bukan hanya kepentingan segelintir orang. Siapa pun Anda, dalam strata ekonomi apa pun Anda, di lingkungan sosial seperti apa pun Anda, sesungguhnya Anda punya kewajiban untuk peduli pada lingkungan.

Prasangka Baik



Anda sedang menangisi hidup yang sulit atau selalu sial? Segeralah hapus air mata dan buka mata dengan prasangka baik dalam hati.

Tulislah satu keberuntungan yang terjadi hari ini. Butakan panca indera Anda pada hal-hal buruk. Dari setengah keberuntungan hari ini, Anda tak akan menduga setengah kebahagiaan dunia selanjutnya akan menjadi milik Anda.
Tidak perlu mencuri, berkhianat, berbohong, dan memperdaya orang lain untuk meraih sukses.

New Year's Eve

2013 is coming soon.
Many hope for the upcoming year.
Be better and be wiser.

May Allah bless me more..

12 June 2012

Data Cleaning

Clean your data
Screening process
 • Detect errors
    ~ Missing data
    ~ Outliers
• Make sure data meets assumptions for analysis
    ~ Normality  

Two Types of Screening
1. Preliminary data screening
    ~ Screen one variable at a time on the entire data set before any analysis
    ~ Today’s focus
2. In conjunction with statistical analysis
    ~ Dependent on analysis being performed  

Steps
1. Check for missing data
2. Check for normality
3. Remove outliers
4. Check for normality again
5. Transform data  

Keep in mind:
• Do this with each dependent variable before analyzing data
• Keep transformations consistent across all dependent variables
• Although transformed data looks pretty, it can be difficult to interpret
• Run your analysis with transformed data and without the transformation and compare the results

Great resource: Mickey, R. M., Dunn, O. J., and Clark V. A. (2004). Applied statistics: analysis of variance and regression, 3rd Edition. John Wiley & Sons, Inc. Chapter 1: Data Screening